sveosportu.com

All England 2024: All Indonesian Final Ke-9 Tunggal Putra

Anthony Sinisuka Ginting vs Jonatan Christie

– Setelah penantian sekian lama, akhirnya Indonesia memiliki wakil yang lolos ke partai puncak All England. Tak hanya satu namun dua pebulu tangkis, untuk menciptakan All Indonesian Final!

Kesuksesan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menembus final All England 2024 merupakan sebuah angin segar bagi dunia bulu tangkis Indonesia di tengah minimnya prestasi belakangan ini. 

Ginting mencapai final usai mengalahkan wakil Prancis, Christo Popov, lewat pertarungan rubber game, 19-21, 21-5, 21-11, dalam babak empat besar di Utilita Arena Birmingham, Sabtu (16/3/2024) malam.

Dalam perjalanannya menuju final, Anthony Ginting juga mampu menyingkirkan tunggal putra nomor satu dunia sekaligus juara dua kali All England, Viktor Axelsen, pada perempat final.

Sementara Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, melenggang ke laga perebutan gelar setelah menang atas wakil India, Lakshya Sen, juga melalui rubber, 21-12, 10-21, 21-15, di semifinal.

Seperti Ginting, Jonatan pun sebelumnya berhasil menyisihkan beberapa nama unggulan seperti Kunlavut Vitidsarn (Thailand) di 16 besar dan Shi Yu Qi (Cina) pada babak perempat final.

Jadi, bisa dikatakan, ‘perang saudara’ antara Ginting versus Jojo adalah final ideal untuk All England 2024. Dan dengan demikian tentunya satu gelar sudah dipastikan menjadi milik Indonesia.

All Indonesian Final di sektor tunggal putra turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu adalah yang pertama dalam 30 tahun. Kali terakhir dua wakil Merah Putih bersua di partai puncak All England terjadi pada 1994.

Kala itu, dua legenda bulu tangkis, Hariyanto Arbi dan Ardy B. Wiranata berhadapan. Duel final akhirnya dimenangkan oleh Arbi. Sejak itu, belum ada lagi wakil tunggal putra Indonesia yang menjuarai All England.

Sebenarnya, Indonesia pernah meloloskan delegasi ke final tunggal putra salah satu ajang bulu tangkis paling prestisius tersebut, yakni Budi Santoso pada 2002. Tetapi ketika itu ia kalah dari Hong Chen (Cina).

Dan, pertemuan Ginting dengan Jojo di Birmingham, Inggris, pada Minggu (17/3/2024) malam nanti akan menjadi All Indonesian Final kesembilan sepanjang sejarah turnamen yang telah digelar sejak 1899 silam.

Sebelum Anthony Ginting vs Jonatan Christie tahun ini, ada ‘perang saudara’ antara Hariyanto Arbi dan Ardy B. Wiranata yang terjadi dalam All England 1994 atau tiga dekade lalu.

Mundur setahun, ada All Indonesian Final yang mempertemukan Arbi dengan Joko Suprianto. Pemain berjuluk Smash 100 Watt keluar sebagai pemenang dan menyabet gelar pertamanya di All England.   

Sementara All Indonesian Final tunggal putra pertama terjadi pada 1959. Indonesia sukses meloloskan dua wakilnya, Joe Hok Tan dan Ferry Sonneville ke partai puncak All England. Ketika itu Joe yang menang.

Lalu dalam All England 1969, kembali tercipta All Indonesian Final di sektor tunggal putra. Kali ini legenda bulu tangkis Rudy Hartono mampu mengalahkan kompatriotnya, Pek Sen Wong.   

Masuk era 1970-an. Ini periode di mana paling sering tercipta final sesama wakil Merah Putih dalam All England. Tercatat empat kali terjadi All Indonesian Final di nomor tunggal putra.

Pada All England 1971, Rudy Hartono kembali keluar sebagai juara setelah menundukkan Tjin Siang Ang. Kemudian dalam edisi 1973, ia meraih gelar lagi dengan mengalahkan Christian Hadinata. 

Rudy memenangi All Indonesian Final keempatnya pada 1976. Kala itu, ia mengatasi juniornya, Liem Swie King. Tetapi dalam pertemuan kedua di laga puncak All England 1978, Liem sukses revans.

Bagi Anthony Ginting dan Jonatan Christie, All England 2024 akan menandai pertemuan ketiganya dalam final turnamen BWF. Sebelumnya mereka pernah bentrok di Korea Open 2017 dan Australian Open 2019.

Mereka telah saling mengalahkan satu sama lain. Ginting unggul di Korea tujuh tahun lalu, sementara Jojo membalasnya di Australian 2019. Yang pasti, ini adalah final All England pertama kedua pemain. 

Dan, patut juga diingat, final All England 2024 merupakan pertarungan antara dua teman yang datang ke pelatnas bulu tangkis Indonesia bersama dan berbagi kamar selama bertahun-tahun.

“Saya ingat ketika kami masuk ke tim nasional. Kami berbagi kamar hingga enam atau tujuh tahun. Saya pikir ini momen yang membanggakan bagi kami dan tunggal putra Indonesia,” ujar Jojo soal pertemuan dengan Ginting di final All England 2024.

“Anthony adalah sosok yang sangat rendah hati dan dia juga orang yang sangat menyenangkan. Kami telah berbagi pengalaman (sebagai pebulu tangkis) bersama,” pungkas pemain 26 tahun itu. 

Daftar All Indonesian Final di Sektor Tunggal Putra All England:  

1959: Joe Hok Tan vs Ferry Sonneville: 15-10, 8-15, 15-8
1969: Rudy Hartono vs Pek Sen Wong: 15-1, 15-3
1971: Rudy Hartono vs Tjin Siang Ang: 15-1, 15-5
1973: Rudy Hartono vs Christian Hadinata: 15-4, 15-2
1976: Rudy Hartono vs Liem Swie King: 15-7, 15-6
1978: Liem Swie King vs Rudy Hartono: 15-10, 15-3
1993: Hariyanto Arbi vs Joko Suprianto: 15-7, 4-15, 15-11
1994: Hariyanto Arbi vs Ardy B. Wiranata: 15-12, 17-14
2024: Anthony Sinisuka Ginting vs Jonatan Christie: TBA

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat