sveosportu.com

Australia Jadi Rival Baru Timnas Indonesia

erick thohir kongres

- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, terus membakar semangat para pemain Timnas Indonesia untuk tidak kalah dengan siapa pun lawannya.

Teranyar, Erick Thohir memotivasi para pemain Timnas U-16 Indonesia usai dikalahkan Australia U-16, skor 3-5, pada babak semifinal ASEAN U-16 Championship 2024 di Stadion Manahan, Solo, 1 Juli 2024.

Erick Thohir menegaskan, Timnas U-16 Indonesia harus bisa bangkit dan membalas kekalahan tersebut. Australia pun dinilai sebagai rival baru Timnas Indonesia oleh Erick Thohir.

Apalagi, Timnas U-16 Indonesia akan kembali bertemu dengan Australia U-16 di Grup G Kualifikasi Piala Asia U-17 2025, 27 Oktober 2024.

Selain itu, Timnas Indonesia juga berada satu grup dengan Australia di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada pertemuan pertama kedua tim di grup itu, Timnas Indonesia bakal terlebih dahulu menjamu Australia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 10 September nanti.

Artinya, peluang untuk mengalahkan Australia sangat memungkinkan. 

"Sejak kita kalahkan Australia di Piala Asia U-23 Qatar lalu, mereka menargetkan kita jadi seteru baru. Itulah mengapa saat tim muda mereka menang di AFF kemarin, selebrasinya agak berlebihan,” kata Erick Thohir di Solo, pekan lalu. 

“Tapi ingat, saya minta ke pemain, tidak boleh ada yang menundukkan kepala. Tidak ada yang menangis. Nanti kita ketemu Australia, kita sikat. Bersama suporter, kita akan dukung habis-habisan Timnas. Kita bangsa besar kenapa mesti takut dengan mereka," Erick Thohir menegaskan.

"Garuda muda kita harus bangkit lawan Australia Oktober nanti. Apalagi kemarin bermain dengan 10 orang bisa fight. Lalu, saya akan bilang ke tim senior kita yang akan ketemu Australia di Kualifikasi Piala Dunia untuk juga fight dan bisa kembali kalahkan mereka," lanjut lelaki yang juga Menteri BUMN itu.

Menurut pengamat sepakbola, Tommy Welly, pernyataan Erick Thohir yang terus memotivasi  Zahaby Gholy dan kawan-kawan agar tidak menundukkan kepala dan tidak ada yang menangis merupakan hal yang tepat.

"Kalah di sepak bola itu lumrah. Namun saya melihat, Erick Thohir justru memanfaatkan momentum kekalahan itu untuk memberikan suntikan motivasi dahsyat yang bisa menaikkan level mental, persaingan, dan skill pemain," ujar Towel, sapaan akrabnya.

Hal senada juga disampaikan Richard Achmad dari Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI), yang menyatakan support antara timnas Garuda Muda dan Senior sudah merata sehingga setiap timnas main dukungan dari pencinta Timnas tak pernah berkurang.

"Artinya, khusus untuk menghadapi Australia yang kini menjadi rival baru Indonesia, suporter akan maksimal dukungan. Ibaratnya, kini lawan Australia bisa dianggap seperti kita bertemu Malaysia. Jadi Timnas harus yakin, karena lawannya bareng suporter," kata Richard.

Hal senada juga dituturkan Cipto Kusumo dari Ultras Garuda. Dia menilai tabuhan genderang perang Erick Thohir kepada Australia punya efek besar, sekaligus ajakan bagi suporter untuk selalu berada di belakang Timnas.

"Kalau Pak Erick minta untuk membalas kekalahan atas Australia, maka suporter ingin semua level Timnas berusaha mati-matian. Kami pun suporter siap dukung habis-habisan jika kita menjamu Australia di mana pun," jelasnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat