sveosportu.com

Ricky Soebagdja Optimistis Tatap Thomas dan Uber Cup 2024

Ricky Soebagdja, Kabid Binpres PBSI

- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabidbinpres) PP PBSI, Ricky Soebagdja, angkat bicara soal pemilihan pemain Indonesia untuk ajang Thomas dan Uber Cup 2024.

Sebelumnya, BWF telah mengumumkan daftar pemain yang didaftarkan oleh seluruh negara peserta Thomas Cup 2024 dan Uber Cup 2024 pada Selasa (16/4/2024).

Dari daftar tersebut, tim putra dan putri Indonesia sama-sama diperkuat 10 pemain dengan rincian empat pemain spesialis tunggal putra dan tiga pasang ganda putra.

Ricky Soebagdja menjelaskan pemilihan pemain Indonesia untuk Thomas Cup 2024 dan Uber Cup 2024 dilakukan setelah berdiskusi dengan para pelatih Pelatnas Cipayung.

PBSI juga melakukan diskusi dengan Christian Hadinata yang menjabat sebagai direktur teknik tim ad hoc PBSI Olimpiade Paris 2024.

"Baik di Piala Thomas maupun Uber, pemilihan pemain sudah berdasarkan hasil diskusi dengan para pelatih dan juga koh Christian,” kata Ricky Soebagdja.

“Bagaimana keseharian (pemain selama berada) di Pelatnas, kondisi terkini, hingga performa di beberapa pertandingan terakhir (jadi pertimbangan).”

Dalam kesempatan itu, Ricky Soebagdja pun menyampaikan harapan untuk tim putra Indonesia agar bisa melaju jauh seperti yang terjadi dalam dua edisi terakhir.

“Kami bisa menjadi juara di tahun 2021 di Aarhus, Denmark dan jadi finalis dua tahun lalu di Bangkok, Thailand,” ujar sosok yang pernah empat kali juara Thomas Cup itu.

“Pada tahun ini, tim Thomas Indonesia menurunkan kekuatan terbaik untuk bisa kami perjuangkan dan raih kembali supermasi kebanggaan itu.”

“Setelah Race to Olympic selesai, target selanjutnya adalah Piala Thomas sebelum nanti puncaknya di Olimpiade,” pria 53 tahun itu menjelaskan.

Lebih lanjut, Ricky Soebagdja juga menanggapi pemilihan tim putri Indonesia untuk Uber Cup 2024 yang dapat sorotan tersendiri.

Pasalnya, PBSI tak menyertakan sosok Putri Kusuma Wardani yang saat ini tercatat sebagai tunggal putri terbaik kedua Indonesia di bawah Gregoria Mariska Tunjung.

Begitu pula dengan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang tak dibawa ke Uber Cup 2024 meski berstatus ganda putri terbaik kedua Indonesia untuk saat ini.

Ricky pun menegaskan bahwa pemilihan pemain Indonesia untuk Uber Cup 2024 sudah melewati berbagai pertimbangan seperti yang sudah dijelaskan di atas.

“Kembali lagi, berdasarkan hasil diskusi dengan pelatih akhirnya diputuskan bersama untuk memasukkan beberapa pemain-pemain muda,” katanya. 

“Keputusan ini bukan hanya untuk memberikan jam terbang kepada pemain (muda) tetapi (didasari) bagaimana hasil (Putri KW dan Ana/Tiwi) di beberapa turnamen terakhir.”

“Sehingga kami memilih Ruzana dan Rachel/Trias untuk masuk ke dalam tim menggantikan Putri KW dan Ana/Tiwi,” katanya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat