sveosportu.com

Patriotisme Jadi Inspirasi Seragam Tim Olimpiade Amerika

Seragam formal Tim Amerika Serikat untuk pembukaan (atas) dan penutupan Olimpiade Paris 2024 didesain oleh Ralph Lauren Corp. (Jovi Arnanda/Skor.id)

 – Demam Olimpiade sedang menyebar dan Ralph Lauren mengipasi apinya ketika belum lama ini membuka seragam yang akan dikenakan oleh Tim Amerika Serikat (AS) bulan depan di Paris, Prancis – tepatnya 26 Juli sampai 11 Agustus 2024. 

Untuk kesembilan kalinya, perusahaan fesyen yang berbasis di New York, AS, itu akan mendandani atlet Olimpiade dan Paralimpiade untuk parade upacara pembukaan dan penutupan serta pembawa bendera. 

Ralph Lauren juga menciptakan lini Villagewear yang kurang formal dibanding seragam parade. Seragam dan Villagewear akan tersedia untuk dijual mulai Selasa (18/6/2024) lalu – saat diperkenalkannya seragam ini – di toko dan situs web Ralph Lauren serta di Team USA Shop. Hasil penjualan produk ini akan bermanfaat bagi tim.

“Amerika adalah salah satu dari mungkin satu atau dua tim yang tidak didanai oleh pemerintah,” ujar David Lauren, Kepala Branding dan Inovasi Ralph Lauren Corp. kepada WWD.

“Jadi penjualan produk-produk ini turut memberikan kesempatan bagi para atlet untuk bertanding. Kami sangat berkomitmen untuk memilih produk yang dapat dijual. Jadi kami mendasarkan koleksi ini pada produk-produk yang kami tahu akan populer dan mudah dipakai.”

Lauren mengatakan, uang yang diperoleh dari penjualan merchandise memungkinkan para atlet melakukan perjalanan ke Olimpiade, menyewa pelatih, dan membayar kebutuhan penting lainnya yang memungkinkan mereka bersaing di level tertinggi. “Semua yang digunakan untuk pelatihan dibiayai oleh kemitraan,” katanya.

Seragam Tim AS untuk Olimpiade 2024 yang dibuat di AS itu mengambil inspirasi dari kota tuan rumah Paris yang dipadukan dengan patriotisme Amerika.

Mereka menampilkan palet merah, putih, dan biru dengan seragam upacara pembukaan menampilkan blazer wol navy single-breasted klasik dengan ujung merah dan putih yang akan dikenakan di atas kemeja oxford bergaris dan dipasangkan dengan jins meruncing dan sepatu suede buck klasik. 

Blazer atlet pembawa bendera untuk upacara pembukaan merupakan kebalikan dari seragam, yakni blazer putih dengan pipa. 

“Kami mencoba memberikan tampilan yang terasa khas Amerika – saat para atlet terlihat seperti duta di panggung global,” tutur Lauren. 

“Sangat penting agar mereka terlihat nyaman tetapi juga ada tingkat formalitas tertentu. Jadi kombinasi jins dan jaketnya sangat khas Amerika dan sangat khas Ralph Lauren.”

Seragam Tim Olimpiade AS untuk upacara penutupan lebih kasual dan sporty serta dilengkapi jaket bergaya balap motor dengan beragam patch yang dipadukan dengan jins denim putih dengan ribbing di bagian lutut. 

Sementara, kaus Polo dari program Create Your Own dari brand tersebut dibuat dengan teknologi simpul datar untuk meminimalkan limbah dari kain berlebih. 

“Kami bersenang-senang karena kami menginginkan sesuatu yang terasa sporty, sedikit lebih bersemangat, sesuatu yang mudah diingat,” ucap Lauren.

Lauren menambahkan, seragam untuk Tim Olimpiade AS juga harus terlihat bagus untuk semua tipe tubuh atlet, mulai dari pegulat, pemain bola basket, hingga pesenam. 

“Bisa berukuran 5 kaki, 2 (inci) atau 6 kaki, 8 (inci). Kami menginginkan sesuatu yang dapat bekerja untuk setiap atlet,” tuturnya.

Koleksi Villagewear akan mencakup kaus polo katun daur ulang 100 persen pertama dari merek tersebut, yang menggunakan teknologi NFW Clarus. 

Koleksi lainnya termasuk jaket universitas, kemeja Polo, rugbi bergaya vintage, dan sweater bendera Amerika, semuanya menampilkan grafis, cetakan khusus, pemblokiran warna, atau garis-garis klasik. Mereka juga terbuat dari poliester daur ulang dan wol yang ditanam di AS yang disertifikasi di bawah program Responsible Wool Standard.

“Perasaan kami adalah ketika seorang atlet masuk ke sebuah ruangan, Anda tahu itu adalah seorang atlet. Tim Amerika akan menyimpannya selamanya, ini adalah bagian dari sejarah mereka,” kata Lauren. 

“Namun kami juga ingin semua orang yang menonton Olimpiade atau bahkan menontonnya di TV merasakan semangat yang sama.”

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat