sveosportu.com

PSMS Medan Kontrak Nil Maizar sebagai Pelatih, Bidik Liga 1

nil maizar - psms medan

- PSMS Medan menunjukkan ambisi untuk promosi ke Liga 1 musim depan dengan menggaet Nil Maizar sebagai pelatih kepala.

Kedatangan mantan juru taktik Timnas Indonesia itu diumumkan manajemen Ayam Kinantan pada Sabtu (15/6/2024) malam via media sosial.

"Welcome Coach Nil Maizar," tulis PSMS Medan.

"Tahun ini wajib Liga 1, Ribak Sude!" tambah mereka.

Nil Maizar merupakan salah satu pelatih paling berpengalaman di kancah sepak bola Indonesia. 

Dia sudah melatih banyak klub di berbagai level kompetisi, bahkan sampai ke tim nasional.

Periode tersuksesnya adalah saat menangani Semen Padang FC pada 2010 hingga 2012, mampu mempersembahkan titel Liga Primer Indonesia 2011-2012.

Selain itu, dia juga pernah membesut Persisam Samarinda, PS Tira, Persela Lamongan, Sriwijaya FC, hingga Dewa United.

Terakhir, pelatih 54 tahun itu dikontrak Persiba Balikpapan untuk Liga 2 2023-2024, tapi kandas di tengah jalan.

Kini, dia akan membuka lembar baru bersama PSMS Medan dan diharapkan bisa mengantar klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu ke level tertinggi sepak bola Indonesia.

Mendapatkan pelatih yang mampu menerapkan filosofi yang jelas adalah prioritas utama PSMS Medan jelang Liga 2 2024-2025.

Maklum, musim lalu, mereka terlalu sering berganti nahkoda dan membuat performa tim tak stabil.

Pada awal musim, pasukan Ayam Kinantan dipimpin Ridwan Saragih, tapi sang pelatih hanya bertahan tiga pertandingan.

Lalu, Miftahudin Mukson didatangkan sebagai suksesor. Namun, manajemen juga tak puas setelah dia gagal membawa PSMS tampil baik di babak 12 besar Liga 2 2023-2024.

Miftahudin didepak jelang akhir kompetisi dan digantikan sementara oleh legenda klub, Legimin Raharjo.

Sekarang, Nil Maizar dipilih sebagai solusi. Di bawah arahannya, PSMS Medan diharapkan mampu tampil jauh lebih baik dibandingkan musim lalu, dan bersaing memperebutkan tiket promosi.

Sebagai informasi, PSMS Medan terakhir kali berkiprah di Liga 1 pada musim 2018, dan kala itu mereka terpuruk sebagai juru kunci.

Enam tahun berlalu, pemilik enam titel juara Perserikatan tersebut masih belum bisa kembali ke kasta elite.

Apakah penunjukan Nil Maizar bisa mengubah peruntungan mereka, hanya waktu yang mampu menjawab.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat