sveosportu.com

Wimbledon Masih Jadi Batu Sandungan Iga Swiatek

Iga Swiatek

– Turnamen tenis lapangan rumput, khususnya Wimbledon, masih menjadi tantangan yang belum mampu diatasi Iga Swiatek. Tunggal putri nomor satu dunia itu tersingkir lebih cepat dari Grand Slam tersebut. 

Setelah performa luar biasa dalam turnamen tanah liat, dengan puncaknya gelar French Open untuk tiga kali beruntun, awal Juni lalu, Swiatek tiba di Wimbledon sebagai salah satu favorit juara.

Namun, ia justru menjadi salah satu unggulan yang harus angkat kaki secara prematur dari Grand Slam ketiga dalam kalender musiman turnamen tenis dunia tersebut. Langkah Iga Swiatek terhenti di babak ketiga.

Secara mengejutkan petenis asal Polandia ini takluk dari tunggal putri ranking 35 dunia, Yulia Putintseva, di All England Tennis Club, Inggris, Sabtu (6/7/2024). Swiatek kalah tiga set melawan atlet Kazakhstan itu, 6-3, 1-6, 2-6.

Hasil tersebut memutus rangkaian kemenangan beruntunnya dalam 21 pertandingan. Ia mengakui terlalu banyak melakukan kesalahan versus Putintseva, terutama pada set kedua dan ketiga.

“Bagi saya, beralih dari jenis tenis (lapangan tanah liat) di mana saya merasa seperti memainkan performa terbaik dalam hidup saya ke permukaan lain di mana saya lebih kesulitan, itu tidak mudah,” kata Siwatek.

Faktanya, Wimbledon memang tidak ramah untuk Iga Swiatek. Selama tiga tahun berturut-turut turnamen ini seperti jadi batu sandungan setelah supremasinya di turnamen lapangan tanah liat.

Dan dengan kakalahan dari Yulia Putintseva, Wimbledon tetap menjadi satu-satunya Grand Slam di mana Swiatek belum pernah bisa melangkah lebih jauh dari babak perempat final.

Pada musim 2022, setelah menjuarai French Open, rekor 37 kemenangan beruntunnya terputus di putaran ketiga Wimbledon akibat kalah dari Alize Cornet. Tahun lalu, ia disingkirkan Elina Svitolina di delapan besar.

Iga Swiatek mengaku mengalami kelelahan fisik dan mental karena tidak memiliki banyak waktu istirahat. Ia mengatakan tangki energinya benar-benar menjadi kosong saat melawan Putintseva.

“Saya agak terkejut. Namun saya tahu kesalahan apa yang saya lakukan setelah Roland Garros (French Open). Saya tidak beristirahat dengan baik. Saya tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi,” ujarnya.

Bermain di lapangan rumput terbukti masih menjadi tantangan yang sulit bagi Swiatek. Terbukti ia tampak jelas frustrasi saat Yulia Putintseva mampu mendikte permainan pada set kedua. 

Pemilik lima gelar Grand Slam itu benar-benar tidak mampu keluar dari tekanan dan menemukan solusi. Alhasil, dari 15 gim yang dimainkan selama set kedua dan ketiga, Iga Swiatek kehilangan 12 di antaranya.

“Saya merasa di lapangan rumput saya perlu lebih banyak energi untuk tetap bersabar serta menerima beberapa kesalahan. Secara mental, saya tidak tampil sebaik itu di turnamen ini,” tuturnya.

“Saya perlu pulih lebih baik usai musim lapangan tanah liat, baik secara fisik maupun mental. Saya benar-benar kembali bekerja, bukan untuk bermain tenis, tetapi hal-hal di luar lapangan. Saya seharusnya tidak melakukan itu.”

Selanjutnya Swiatek akan fokus menghadapi Olimpiade Paris 2024. Ia akan kembali tampil di permukaan lapangan favoritnya, tanah liat, di Roland Garros, dan berharap bisa meraih medali emas untuk Polandia.

“Saya kalah di babak ketiga (Wimbledon). Saya merasa saya sedikit kurang berprestasi. Namun ini tenis, Anda harus terus maju. Saya akan punya banyak peluang tahun ini untuk menunjukkan permainan saya.”

Rapor Iga Swiatek di Grand Slam Wimbledon:

2019: Babak Pertama – Iga Swiatek vs Viktorija Golubic – 2-6, 6-7 (3-7) 
2021: Babak 16 Besar – Iga Swiatek vs Ons Jabeur – 7-5, 1-6, 1-6
2022: Babak Ketiga – Iga Swiatek vs Alize Cornet – 4-6, 2-6
2023: Babak Perempat Final – Iga Swiatek vs Elina Svitolina – 5-7, 7-6 (7-5), 2-6
2024: Babak Ketiga – Iga Swiatek vs Yulia Putintseva – 6-3, 1-6, 2-6

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat