sveosportu.com

Thiago Motta Catat Sejarah di Bologna

Pelatih Bologna, Thiago Motta. (Hendy Andika/Skor.id).

- Sebuah momen keberhasilan yang sama dialami Juventus dan Bologna.

Keduanya sama-sama telah memastikan tiket Liga Champions di pekan ke-36 ini yang terjadi sepanjang Sabtu dan Minggu.

Namun, dari keberhasilan yang sama tersebut dapat membuka pintu bagi Thiago Motta untuk menangani Juventus pada musim depan.

Sukses Bologna tidak terlepas dari peran sang pelatih, Thiago Motta. Keberhasilan Thiago Motta ini pula yang membuat Juventus tertarik kepada pelatih muda berusia 41 tahun tersebut.

Karena itu, tidak menutup kemungkinan Thiago Motta akan meninggalkan Bologna dan menerima pinangan Juventus. Thiago Motta memang menjadi bintang bagi fans Bologna.

Pria kelahiran Brasil yang juga sempat tampil untuk Timnas Italia ketika masih aktif sebagai pemain ini membuat keajaiban.

Bagi klub besar yang sudah terbiasa bermain di Liga Champions, meraih tiket ajang tersebut lewat jalur kompetisi domestik boleh jadi hal yang biasa.

Namun tidak bagi Bologna. I Gialloblu merayakan kepastian tampil di ajang paling bergengsi Eropa tersebut bagai meraih gelar.

Tifosi Bologna merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka lolos ke Liga Champions bersama-sama di Piazza Maggiore.

Mereka merayakannya setelah mengetahui bahwa AS Roma kalah dari Atalanta, yang membuat posisi Bologna kini aman di empat besar klasemen sementara Liga Italia 2023-2024 ini.

Bukan hanya fans, para pemain Bologna pun bersama-sama mengikuti jalannya pertandingan dari laga Atalanta vs AS Roma. Selajutnya, nyanyian, bendera, dan kembang api pun menghiasi jalan-jalan Kota Bologna.

Sebuah momen di media sosial bahkan memperlihatkan bagaimana pelatih Thiago Motta mendapatkan perlakuan yang hangat dari suporter tim asuhannya.

Ya, Bologna telah membuat sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah 60 tahun. Bologna saat ini ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 67 poin dari 36 laga yang dimainkan.

Sedangkan kekalahan AS Roma membuat tim asuhan Daniele De Rossi tetap di posisi ke-6 dengan 60 poin, atau tertinggal 7 poin dari Bologna.

Dengan kompetisi yang hanya menyisakan dua pertandingan (6 poin), Bologna secara matematis memang tidak dapat terkejar lagi.

"Kami telah melakukan bagian kami, saya senang dengan apa yang telah diraih anak-anak (pemain). Saya juga sangat senang untuk tifosi yang selalu memberikan dukungan kepada kami sepanjang musim ini," kata Thiago Motta, terkait sukses timnya meraih tiket Liga Champions.

Awalnya, tidak ada yang menyangkan Bologna bisa mencapai kesuksesan sejauh ini. Bahkan, Thiag Motta memulai musim ini di Liga Italia dengan kekalahan ketika timnya ditekuk AC Milan, 0-2, di pekan pertama.

Namun, setelah itu, hasil yang mengejutkan diraih Bologna dengan tidak terkalahkan di 10 pertandinan selanjutnya.

Kekalahan dari AC Milan tersebut merupakan satu dari hanya dua kekalahan yang dialami Lewis Ferguson dan kawan-kawan di kandang, di Stadion Renata Dal'Ara.

Satu kekalahan lainnya di laga kandang dialami Bologna saat menghadapi klub asal Milan lainnya, Inter MIlan, yang merupakan juara Liga Italia 2023-2024 ini.

Memaksimalkan laga kandang menjadi salah satu kunci sukses Bologna musim ini sehingga membuat mereka mampu meraih tiket Liga CHampions.

Dalam 18 laga di Stadion Renato Dal'Ara, Bologna berhasil meraih 12 kemenangan, 4 kali imbang, dan hanya 2 kali kalah.

Dengan rapor tersebut, mereka meraih 40 poin dari kemungkinan 58 poin. Dan, semua itu karena peran Thiago Motta.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat